Sepak Bola Lebih dari Sekadar Hasil Akhir”: Kata Perpisahan Menyentuh Mauricio Souza Usai Didepak Persija Jakarta – Jakarta – Kisah asmara antara Persija Jakarta dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, akhirnya harus bertepuk sebelah tangan. Manajemen Macan Kemayoran memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih berusia 52 tahun tersebut menyusul gagalnya target utama: menjadi juara Super League 2025/2026 .
Meski harus berpisang dengan nada yang pahit karena gagal memenuhi target tinggi manajemen, Souza memilih untuk menuliskan akhir yang manis. Ia menyampaikan pesan perpisahan yang penuh dengan filosofi dan rasa syukur, yang sontak menjadi sorotan para pendukung Persija .
Alasan di Balik Pemecatan: Target Juara Tak Tercapai
Keputusan untuk mendepak Mauricio Souza bukanlah sebuah kejutan besar. Sejak awal menandatangani kontrak untuk musim 2025/2026, manajemen Persija yang dipimpin oleh Direktur Mohamad Prapanca telah memasang target ambisius: membawa pulang trofi juara ke kota Jakarta .
Namun, pada kenyataannya, perjalanan Persija di bawah asuhan Souza terhenti di tangga ketiga klasemen akhir Super League. Tim Macan Kemayoran mengoleksi 71 poin, terpaut delapan angka dari rival abadi, Persib Bandung, yang berhasil keluar sebagai juara .
“Kontrak pelatih Mauricio Souza berakhir pada akhir musim 2025/2026. Manajemen mahjong Persija memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, mengingat bahwa target yang disepakati pada awal kontrak tidak tercapai,” tulis pernyataan resmi klub seperti dilansir dari berbagai sumber .
Selain Souza, manajemen juga mengakhiri kebersamaan dengan seluruh staf pendampingnya, termasuk asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis Caio Araujo, serta interpreter Claudio Luzardi .
Pencapaian Rekororis: Bukan Musim yang Buruk
Meski gagal membawa pulang gelar juara, secara statistik, masa kepelatihan Mauricio Souza sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Di bawah komandonya, Persija mencatatkan rekor perolehan poin tertinggi dalam satu dekade terakhir .
Rincian capaian Persija di Liga 1 2025/2026 adalah 22 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 7 kekalahan. Angka 71 poin tersebut merupakan rekor tertinggi yang pernah diraih Persija sejak era Liga 1 dimulai pada tahun 2017 .
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, pun mengakui kontribusi positif pelatih asal Brasil tersebut terhadap karakter tim.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Prapanca dalam laman resmi klub .
Isi Surat Perpisahan: Filosofi dan Rasa Terima Kasih
Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya pada Kamis (28/5/2026), Mauricio Souza mengirimkan pesan yang menyentuh hati para penggemar. Ia tidak menunjukkan rasa sakit hati atau kecewa, melainkan rasa bangga dan filosofi hidup yang mendalam tentang sepak bola .
“Berakhir sudah satu musim yang sangat spesial di sepak bola Indonesia. Pada tahun kedua saya di negara ini, saya bangga dengan perjalanan yang kami bangun bersama Persija Jakarta, menutup liga di posisi ketiga dan menjaga tradisi besar klub ini,” tulis Souza .
Yang paling menarik perhatian adalah pernyataan selanjutnya, di mana ia menegaskan bahwa baginya, sepak bola jauh lebih dari sekadar angka di papan skor.
“Ini adalah tahun yang penuh intensitas, tantangan, dan di atas segalanya, sangat menyenangkan. Selama lebih dari 40 tahun saya mendedikasikan hidup untuk sepak bola dan 16 tahun sebagai pelatih, saya membangun keyakinan yang selalu saya pegang: sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar hasil akhir,” ujar Souza dengan tegas .
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh elemen klub, mulai dari pemain, staf pelatih, karyawan, hingga para suporter setia Macan Kemayoran.
“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pemain, staf pelatih, staf pendukung, para karyawan klub, dan terutama para suporter yang selalu bersama kami sepanjang musim 2025/26. Terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan karena telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” tutup pelatih berkebangsaan Brasil tersebut .
Era Pelatih Berumur Pendek di Persija
Pamitnya Mauricio Souza menambah panjang daftar rotasi pelatih yang terjadi di Persija slot bonus 100 Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Sejak kepergian Thomas Doll, tampaknya tidak ada juru taktik yang benar-benar “awet” di kursi kepelatihan Macan Kemayoran .
Meskipun masa kerjanya hanya satu musim, Souza tercatat memiliki masa bakti yang lebih panjang dibandingkan pendahulunya, Carlos Pena, yang hanya bertahan selama 30 pertandingan di Liga 1 2024/2025 sebelum posisinya digantikan oleh pelatih sementara, Ricky Nelson .
Siapa Pengganti Souza?
Publik kini menanti-nanti siapa sosok yang akan mengisi kursi panas pelatih Persija Jakarta untuk musim 2026/2027. Manajemen mengklaim telah bergerak cepat untuk mencari suksesor.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, memastikan bahwa pihaknya sedang melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah kandidat. Kriteria utamanya jelas: mampu membawa Persija meraih gelar juara.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” pungkas Prapanca .
